Kronologi singkat kejadian 20 tahun lalu...
Malam sebelum kecelakaan itu Nike Ardilla bersama sahabatnya yang sekaligus menjadi manegernya Sofiatun Wahyuni atau yang biasa dipanggil Atun baru saja menghadiri acara pemilihan model majalah remaja di sebuah diskotik di Studio East Bandung.
Saat hendak pulang ke Jakarta Nike sempat menyuruh temannya menganti ban mobil yang kempes. Melewati Jl. RE Martadinata Bandung Nike menyetir dengan kecepatan standar. Saat itu di depan mobilnya ada sedan berwarna biru bergerak lambat. Karena buru-buru mengejar waktu untuk shooting di Bogor Nike memberi aba-aba dengan mengklakson agar bisa mendahului si sedan biru itu namun tak digubris oleh si pemilik mobil.
Akhirnya Nike berinisiatif menyalip mobil tersebut dan akhirnya berhasil mendahului. Saat yang bersamaan tiba-tiba dari arah berlawanan ada taft berwarna merah melaju dengan kecepatan tinggi yang membuat Nike dan Atun manejernya kaget & panik.
Untuk menghindari tabrakan beruntun dengan taft merah & sedan biru di belakangnya Nike banting stir ke kiri menabrak pohon dan terpelanting menghantam tembok sebuah kantor di pinggir jalan RE Martadinata Bandung. Kejadian itu jam 5 subuh. Sempat ada spekulasi negatif yang mengatakan Nike mabuk saat menyetir. Tapi itu langsung dibantah oleh Atun manejernya.
"Gak.. gak benar itu!! Saya mendampingi dia 24 jam terakhir dan malam itu Dia cuma pesan orange juice & sup jagung.. Dia hanya kelelahan karna di minggu minggu terakhirnya jadwalnya padat banget. Seminggu lalu Dia baru balik dari Singapore nonton konser band favorit-nya Pearl Jam, ditambah lagi kesibukan shooting 3 sinetron sekaligus, pemotretan untuk cover 2 majalah, bikin video klip untuk lagu terbarunya & promo album ke luar kota..," ungkap Atun kepada wartawan, saat itu.
Kondisi fisik yang lelah ini lah yang diduga membuat Nike kurang konsentrasi saat kejadian. "Saya sedih dengar berita negatif tentang Nike.. Tega banget ya.. Dia itu udah seperti Malaikat, dalam keadaan panik dia masih berusaha memeluk saya.. Niatnya menjaga tapi ternyata Dia yang harus pergi..".
Seketika Atun teman yang berada di sampingnya pingsan. Sedang Nike ditemukan oleh seorang penjajah roti dengan kondisi yang mengenaaskan. Darah segar mengalir dari kedua telinga & hidungnya. Saat itu si penjajah roti tidak tahu kalau sosok yang terkapar di mobil itu adalah artis tenar Nike Ardilla.
Baru setelah melihat KTP & SIM-nya Dia pun kaget & memanggil warga sekitar yang sedang lari pagi untuk membopong jasad sang Artis dari mobil. Saat ditemukan Nike memakai setelan kaos ketat berwarna merah, celana jeans belel & sepatu kets diadora. Jasad Nike sempat dibawa ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung namun sayang nyawanya tak terselamatkan lagi. Innalillahi Wainailaihi Rojiun. Nike Ardilla meninggal di usia 19 tahun.
Sudah 20 tahun Sang Superstar wafat, tapi kematian tak menghentikan reputasinya. Bukti kebesaran namanya masih bisa dilihat di akun Facebook fanpage miliknya yang saat ini di-like lebih dari dua juta penggemar.
SUMBER

Judul: Kronologi Terjadinya Kecelakaan Maut Nike Ardilla
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Kamis, Oktober 15, 2015
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Kamis, Oktober 15, 2015

0 komentar:
Posting Komentar